Memberikan asupan sehat dan bergizi memang sangat penting untuk anak. Sebab, mereka masih dalam proses tumbuh kembang. Anak Lahap Makan tentu menjadi keinginan semua orang tua, sebab siapa sih yang tidak ingin memiliki buah hati yang gemar dan lahap makannya?

Namun demikian, ada yang tidak kalah penting nih, Bun: yaitu membuat jadwal makan. Tidak hanya bayi saja, anak berusia 1-5 tahun juga perlu dibuatkan jadwal makan. Pada usia tersebut, anak sedang mengalami perkembangan sosial dan emosional. Sehingga, dengan membuat jadwal makan, anak akan belajar tentang disiplin waktu. Untuk mengetahui lebih lanjut, mari simak ulasan berikut ini.

  1. Mempererat hubungan orang tua dan anak. Ketika Bunda membuat jadwal makan, anak akan merasa bahwa Bunda cepat tanggap akan kebutuhan mereka untuk makan dan minum. Hal ini akan membantu mengembangkan rasa aman dan percaya terhadap orang tua. Ini adalah salah satu cara memberikan perhatian dalam bentuk yang lain. Dengan begitu, hubungan orang tua dan anak pun akan semakin terjalin.
  2. Membangun regulasi internal. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), membangun regulasi internal sangat penting untuk dilakukan agar anak dapat mempelajari rasa lapar dan kenyang yang timbul pada dirinya. Rasa lapar berkaitan dengan pengosongan lambung. Pengosongan lambung pada anak rata-rata adalah 50 persen, yaitu 100 menit untuk makanan padat dan 75 menit untuk makanan cair. Hal ini tergantung pada usia anak. Semakin bertambahnya usia, akan semakin cepat pula waktu pengosongan lambung.
  3. Membentuk pola makan yang baik. Membuat jadwal makan adalah cara untuk memperkenalkan rutinitas baru pada anak. Selain itu, kebiasaan ini akan melatih kedisiplinan. Apabila dibiasakan sejak dini, kedisiplinan ini akan terus tertanam hingga anak beranjak dewasa. Namun, Bunda juga harus memperhatikan beberapa hal penting, seperti jangan biasakan mengajak anak makan sambil jalan-jalan atau menonton televisi dan jangan biasakan memberi camilan pada anak di waktu makan. Sebab, anak akan malas makan makanan berat.
  4. Menambah pengetahuan anak. Selain 3 manfaat yang sudah disebutkan sebelumnya, manfaat lainnya yaitu menambah wawasan anak. Pada saat jadwal makan, Bunda dapat mengenalkan berbagai bentuk dan warna makanan. Dengan begitu, anak akan mempelajari tekstur makanan yang kasar dan halus. Sementara itu, pengenalan rasa dan kondisi makanan dapat dilakukan saat anak minum susu hangat atau minuman yang dingin lainnya. Kegiatan ini dapat memperkaya kosakata anak dan belajar pengelompokkan makanan.
  5. Mengatasi small eater. Salah satu cara mengatasi anak yang hanya makan sedikit atau small eater adalah dengan membuat jadwal makan. Anak hanya makan sedikit bisa jadi karena anak belum merasa lapar. Dengan pola makan yang terjadwal, dapat membuat anak cukup lapar. Sehingga, mereka akan lebih banyak makan makanan berat.

Nah, itulah manfaat membuat jadwal makan yang akan Bunda dan si kecil rasakan. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.